Sunday , November 28 2021

Indonesia Hadapi Tiga Beban Penyakit



[ad_1]

Jakarta, CNN Indonesia – Indonesia kini tengah memasuki table transplant epidemiologist. Kondisi ini membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta masyarakat untuk mewaspadai segala jenis penile

"Indonesian sekarang sedang menghadapi transient epidemiologist." Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga bean penyakit, "kata Nila diam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-54, the official dieter keterangan di situs Kemenkes, Your (12/11). Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap 12 November.

Tiga bean penyakit yang dimaksud itu adalah pertama, bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, dan kanker. Kedua, muncul ankaman penile attack infectious bar seperti flu burung, ebola, dan TBC resisten obat. Ketiga, penyakit menular yang masih belum bisa ditangani seperti december berdarah, TBC, malaria, HIV / AIDS, filariasis, from cacingan.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menunjukkan kenaikan dari sisi angka kejadian penyakit tidak menular.

Prevalence kencing manis berdasarkan pemeriksaan darah meningkat dari 6,9 persen pada 2013 menjadi 8,5 persen pada 2018. Penderita Hipertensi juga melonjak dari dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen. Perilaku merocok pada remaja pun mengalami kenaikan dari 7,2 persen menjadi 9,1 persen.

Selain tiga bean penyakit itu, Indonesia juga masih dihantui masalah secret. Kemenkes menyatakan Indonesia menghadapi beban ganda dalam perkara nutrisi.

Di satu sisi, masalah secret cortex seperti kurang gizi, pendek /stunting, from kurus masih jadi persoalan. Di sisi lain, Indonesia juga mengalami kelebihan gizi seperti obesitas atau kegemukan.

Hasil Riskesdas 2018 mendapati island penurunan angka stunting pada balita dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen. Walau menunjukkan perbaikan, angka itu masih tergolong tinggi.

Sebagai bentch pencegahan, Kemenkes meminta masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup sehat. Pasalnya, biril Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa perilaku makan buah sayur yang cukup baru mencapai 5 persen.
Sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sayan buah from yur yang cukup yakni 5 porsi per hari.

Kebiasaan berolahraga juga perry ditingkatkan lantaran 33,5 persen penduduk di atas 10 tahun kurang menjalani activity fisik. Menkes Nila berharap masyarakat bisa menerapkan campany yang diusung Kemenkes yakni Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Dia meminta jajaran Kemenkes untuk gencar mengimplementasikan program itu.

'' Saya berharap bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Program lndonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dapat diimplementasikan lebih operasional dan conkrit di tengah-tengah masyarakat, '' kata Nila. (ptj / asr)

[ad_2]
Source link